Sejarah PT. Freeport indonesia ( PTFI ) bermula saat seorang manajer eksplorasi Freeport Mineral Company, Forbes Wilson malakukan ekspedisi pada tahun 1960 ke Papua setelah menbaca sebuah laporan tentang ditemukannya Ertsberg atau gunung bijih, sebuah cadangan mineral, oleh seorang geologi Belanda, Jean Jaques Dozy pada tahun 1936.
Setelah didatanginya kontrak karya pertama dengan Pemerintah Indonesia bulan April 1967, PTFI memulai kegiatan eksplorasi di Ertsberg pada Desember 1967, kontruksi dalam skala besar dimulai bulan Mei 1970, dilanjutkan dengan ekspor perdana konsentrat tembaga bulan Desember 1972.
Setelah para geologis menemukan cadangan kelas dunia “Grasberg” pada tahun 1988, operasi PTFI manjadi salah satu proyek tambang tembaga/emas terbesar di dunia. Di akhir tahun 1991. kontrak karya kedua ditandatangani dan PTFI diberikan hak oleh Pemerintah Indonesia untuk meneruskan operasinya selama sedikitnya 30 tahun.
Dalam tahun 2004, PTFI telah menghasilkan dan menjual konsentrat yang mengandung 1,1 milyar pounds tembaga dan 1,5 juta ounces emas.
PTFI merupakan salah satu pembayar pajak terbesar bagi negara. Sejak tahun 1992 sampai dengan 2004 manfaat langsung dari operasi perusahaan terhadap Indonesia dalam bentuk dividen, royalti dan pajak yang mencapai lebih dari US$2,6 milyar dolar. Selain itu PTFI juga telah memberikan manfaat tidak langsung dalam bentuk upah, gaji dan tunjangan, reinvestasi dalam negeri, pembelian barang dan jasa, serta pembangunan daerah dan donasi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment